The Goal

Hari ini saya dan frens dapet nasehat yang keren banget dari group head di tempat baru kami ! Yuk kita simak ceritanya ! Jolly Good Blog !

Sehari sebelumnya kami dipanggil pak B, group head kami, trus beliau nanyain purpose kami 5 tahun ke depan. Jreeeng...


Pertanyaan tersebut bakal ditagih pas pertemuan berikutnya. Sebelum muncul permintaan tadi dari pak B, beliau jelasin tentang beberapa kuadran dalam masa pembelajaran. Lain kali saya tulis ya, artikel ini bahas yang lainnya dulu.

Jadi kemarin beliau berpesan agar kami memikirkan purpose untuk 5 tahun ke depan. Apa aja yang mau dilakukan disini ? - di grup ini secara khusus dan perusahaan secara umum.

Beliau minta kami memaparkan purpose tadi di hari Senin depan. Eeeh... ternyata baru sehari kami udah dipanggil lagi dan ditagih jawabannya hahaha.... Kami (7 orang) pun kumpul lagi di ruangan tempat pertemuan kemarin didampingi 1 departement head dan 1 section head. Setelah kami semua menjelaskan rencana masing-masing, beliau mulai cerita pentingnya punya purpose.

“Tau Ronaldo ?”, kemudian beliau memandangi kami semua.

“Kalau Messi?”, lanjut beliau. Semuanya diam meskipun saya yakin mereka semua tahu siapa yang tadi beliau sebutkan.

“Ya pak”, jawab saya memecah keheningan.

“Siapa mereka?”

“Pemain bola pak”, sambung D, salah satu fren saya.

“Apa yang membuat pemain bola dianggap jago?”

“Sering cetak gol”, jawab D lagi.

“Terus apa lagi? Apa 11 orang semuanya nyerang? Ada juga kan yang jagain gawang?”. Kami semua angguk-angguk kayak ayam.

“Berarti yang bikin tim bola dianggap jago…. sering cetak gol…. sama jarang kemasukan gol”, kami semua kelihatan serius menyimak.

Setelah hening sejenak beliau lanjut bertanya sambal angkat tangannya dan bikin gestur berhitung kayak lagi ngajarin angka 1 sampe 3 ke anak TK, “Sering, cetak, gol. Yang mana kata kuncinya ?”

“Sering”, jawab D secepat kilat. Eh lebih lambat dikit sih, hmmm…. secepat bus antar kota yang kejar-kejaran lah. Padahal saya pikir yang mestinya digarisbawahi adalah ‘cetak’, karena kalau sering nendang tapi gak cetak gol, ya belum tentu menang timnya. Tapi dalam pikiran saya, “Masuk akal juga sih. Semakin sering nendang berarti kesempatan buat cetak gol juga makin banyak”.

Sebelum saya sempat coba jawab, beliau langsung motong, “ Ya gol !”

“Sekarang gini, ada 22 orang dikumpulin buat main bola. Setelah itu golnya kita cabut. Jadinya tinggal orang-orang yang gak jelas ngerebutin bola buat apa. Misalnya ada kalian, saya, Ronaldo; main di lapangan itu. Apa Ronaldo bakal keliatan jago?”, ekspresi tampang kami semua seakan-akan bilang “hmmm bener ugha”

“Penonton juga males kan liat orang pada lari-lari gak jelas nendang bola. Mendingan tidur aja”, beberapa dari kami senyum-senyum. Entah karena omongan beliau agak lucu atau karena mereka juga pengen tidur.

“Tapi begitu dikasih gol di lapangan, stadion penuh kan penontonnya ? Sepak bola bisa jadi bisnis kan ?”, kali ini tampang kami kelihatan lega. Entah lega karena klimaks dari cerita beliau udah lewat dan kesimpulannya memuaskan atau lega karena akhirnya ceritanya selesai dan kami bisa pulang.

“Makanya kalian harus punya purpose! Gak ada purpose yang salah! Kalau purpose kalian sudah detil, bagus. Kalau masih umum gak masalah. Gak ada purpose yang salah!”, beliau menekankan kalimat yang terakhir.

“Nanti sambil jalan, pelan-pelan, dibuat lebih detil lagi purpose-nya ya”

Pembahasan purpose pribadi selesai. Lanjut ke pembahasan purpose perusahaan yang dijelaskan dengan metode bercerita (story-telling).
Nah, jadi gitu guys. Semoga pengalaman saya ini bisa menginspirasi dan bermanfaat ya. Kalau kalian pernah dapet cerita semacem ini atau yang lebih menarik lagi, kita ngobrol di kolom komentar yuk.
Previous
Next Post »