[Rekrutmen PLN] Tes Akademis dan Bahasa Inggris

Tibalah hari Selasa tanggal 27 Maret 2018, hari dimana saya menjalani tes tahap pertama penerimaan karyawan baru PLN. Sesuai judul artikel ini, tes yang saya jalani hari ini adalah tes akademik dan bahasa Inggris. Saudara-saudara, penonton, pembaca sekalian, welcome to my story, my legacy.

Jadwal saya adalah jam 14:00, lokasi tesnya di Balai Sarbini. Saya berangkat sekitar jam 11 naik bus Trasjakarta lalu berhenti di halte Semanggi. Ketika jalan ke Plaza Semanggi kemudian masuk lewat pintu gedung veteran, gak ada tanda-tanda kehadiran peserta tes yang lain. Begitu sampai di depan Balai Sarbini...beeeeuuhhh.... Ramenya itu ibarat orang satu kantor nonton sepakbola bareng-bareng di stadion. Kalau imajinasi kalian kurang mantap, bayangin aja orang pakai baju kantoran ngumpul di depan Balai Sarbini sampai mobil aja susah mau masuk ke lobby.

Saya mendekat ke pintu Balai Sarbini, sambil menerobos orang-orang yang lagi swafoto atau duduk disekitar situ. Di pintu kaca itu ada pengumuman tempat duduk, denah lokasi, dan nomer peserta. Setelah menerawang tempat saya duduk nantinya dan mengingat jalan masuk dan keluar dari kursi tersebut, saya kepikiran berapa total peserta tes akding angkatan saya ini. Ada lebih dari 700an peserta dari berbagai jurusan yang tes bareng saya. Saya masuk batch 3, sedangkan total ada 4 batch dalam 2 hari digelarnya tes. Berarti ada sekitar 3000 orang yang mengikuti tes akding ini...dan itu baru di Jakarta. Masih ada Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Surabaya. Oh...em...ji...

Apa aja persiapan sebelum tes

Keperluan administrasi untuk tes akding ini cuma KTP asli dan print-out undangan tes yang bisa diunduh dari website rekrutmen PLN. Sebelum keluar dari rumah, pastikan… sekali lagi pastikan kalau KTP asli sudah dibawa. Panitia gak terima SIM atau kartu pelajar sebagai pengganti KTP. Kalau udah di lokasi dan ternyata gak bawa KTP, berarti penantian beberapa bulan nungguin pengumuman seleksi jadi sia-sia alias kamu bakalan diusir panitia. Ya gak diusir dengan kejam kayak di sinetron gitu, tapi gak dianterin sambal digandeng ke pintu keluar juga bro.

Kartu undangan tes juga harus dicetak, gak boleh cuma nunjukin dari HP aja kayak mau check-in pesawat. Kalau gak bawa, segera cari tempat percetakan terdekat. Kedengarannya gampang ? Memang gak se-repot ketinggalan KTP, tapi resikonya kalau mau masuk lagi harus melewati lautan manusia (baca paragraf awal).

Selain itu peserta juga sangat disarankan (dari website PLN) bawa papan alas. Yaah buat antisipasi aja kalau apes dapet meja yang gak rata. Biar gak alesan gak lolos tes akding karena faktor meja hahaha…. Alat tulis yang wajib dibawa adalah pensil dan penghapus. Bawa 4-5 pensil buat bahan pdkt ke peserta yang duduk di sebelah. Seluruh tes dikerjakan dengan pensil, meskipun di pengumuman disuruh bawa bolpen tapi nyatanya gak dipake.

Tips : Usahakan semua hajat sudah dikeluarkan 10 menit sebelum dipanggil masuk. Peserta dibolehkan ke toilet setelah daftar ulang, namun hanya mengunakan toilet di dalam Balai Sarbini dan antreannya pasti rame.

Apa aja yang terjadi saat tes?

Peserta dikelompokan tempat duduknya berdasarkan latar belakang pendidikan. Misalnya kamu dari jurusan managemen, maka peserta yang duduk di sekitarmu juga dari jurusan managemen. Antara satu peserta dengan yang lain dipisahkan satu kursi kosong.

Sambil menunggu semua peserta masuk ruangan dan duduk di tempatnya, sebenernya kita dilarang ke toilet karena bakal mengganggu lalu lintas peserta yang menuju ruangan. Tapi ada juga pengawas yang gak tega melihat peserta yang kebelet dan akhirnya mengizinkan mereka ke toilet.

Setelah peserta masuk semua ke ruangan, panitia akan membacakan peraturan, memimpin menyanyikan Indonesia Raya, lalu mempersilahkan peserta berdoa. Soal tes Bahasa Inggris sama semua untuk semua peserta. Tapi tes akademiknya cuma satu macam aja untuk setiap jurusan. Maksud saya gak ada tipe A, B, C untuk satu jurusan. Jadi kalau kamu dari jurusan teknik elektro, ya soalnya isinya seputar arus kuat aja. Kalau bidang kamu arus lemah, ya terpaksa harus belajar tentang arus kuat sebelum ikut tes.

Secara keseluruhan ada 100 soal dan semuanya pilihan ganda yang dijawab dengan cara menghitamkan pilihan yang dianggap tepat. Hal yang unik dari tes ini adalah: kolom jawabannya bentuknya kotak ! Selama di sekolah kita udah biasa menghitamkan kolom jawaban yang bentuknya lingkaran, jadinya ya ini semacem tantangan tersendiri guys. Ada sebuah kolom dimana peserta diminta menuliskan kode jurusannya. ISI KODE DI KOLOM INI SESUAI DENGAN JURUSAN YANG DIPILIH SAAT MENGISI ADMINISTRASI, BUKAN JURUSAN PAS KULIAH. Misalnya kamu dari jurusan teknik industri tapi bidangnya manajemen dan pas daftar kamu mengaku jurusan managemen. Isi kode untuk jurusan managemen disini, bukan teknik industri. Ingat, sesuai jurusan yang kamu isi waktu mendaftar.
Saya mengaku dari jurusan teknik komputer, dan soal yang muncul semuanya berhubungan sama database / basis data. Buat yang dari jurusan yang sama kayak saya, pelajari tentang DDL, DML, ACID, CRUD. Gak ada soal tentang bikin kueri kok.

Soal Bahasa Inggris-nya gak ada listening.


Sekian cerita hari ini. Masih belum dikasihtau apa lagi tes buat tahap berikutnya, tapi semoga tahap ini lolos ya. Yaah...buat ngisi blog lah. Kalau gak, kan bisa sepi blognya karena gak ada cerita hehehe....
Previous
Next Post »